"Untuk menjadi optimis memang bukan jalan yang mudah, mengingat kondisi tiap orang berbeda. Tapi yang penting optimisme harus tetap ada, walaupun jurang itu di depan kita, tinggal kita mau atau tidak untuk menyeberanginya."
(Jeremy, 28 th, penderita kanker otak)

Pengobatan yang pertama anda pilih jika diketahui terkena kanker adalah:
 

Mohon Perhatian

Untuk kepentingan sosial, seluruh artikel di Rumah Kanker boleh dikutip dan dipublikasi ulang dengan menyebutkan sumbernya. Sebuah email pemberitahuan dapat mewakili penghargaan anda kepada kami. Tetapi penggunaan untuk kepentingan komersial harus mendapatkan ijin terlebih dahulu. Anda bisa menggunakan form kontak untuk menghubungi kami.
 

Manfaatkan informasi dalam Rumah Kanker secara bijaksana. Gunakan artikel sebagai pelengkap, bukan pengganti konsultasi, keterangan, dan nasehat dokter. Anda tetap harus bertatap muka langsung dengan dokter. Konsultasi online tidak memadai untuk diagnosa penyakit dan menentukan pengobatan yang tepat.

Silakan Masuk



Kami menjaga privasi Anda.

Bezuk

Ada 33 Tamu berkunjung
Anda pengunjung ke : 1470873
Mual dan Muntah Bookmark and Share

Mual dan muntah pada penderita kanker dapat disebabkan oleh makanan yang kurang disukai, atau efek samping kemoterapi dan radiasi. Tetapi kadang kanker itu sendiri –tanpa sebab lain apa pun– bisa membuat penderitanya tiba-tiba merasa mual atau muntah.

Sering muntah bisa berbahaya karena mengakibatkan dehidrasi, karena makanan maupun minuman tidak dapat masuk ke dalam tubuh. Jika Anda mengalaminya, tanyakan kepada dokter apa penyebabnya, dan bagaimana cara mengatasinya.

Jika Anda Merasa Mual:
  • Makanlah makanan yang agak tawar, seperti crackers atau roti panggang/kering.
  • Jika mual hanya terjadi di antara waktu makan, makanlah lebih sering dalam porsi kecil, juga makan kue menjelang dan saat terbangun dari tidur.
  • Minumlah minuman bening (minuman yang tembus pandang seperti air putih, teh, jus apel, wedang jahe, sirup, es jeruk, kuah sup, agar-agar, dsb) yang dingin, dan hiruplah perlahan-lahan.
  • Makanlah makanan yang Anda sukai, tetapi tetap pertimbangkan kandungan gizinya.
  • Hindari makanan panas, untuk mengurangi aromanya. Hindari juga makanan berlemak, terlalu banyak bumbu, atau terlalu manis.
  • Makan buah.
  • Mengulum permen yang segar, seperti permen jeruk atau mint.
  • Istirahatlah dengan tenang sesudah makan.
  • Alihkan perhatian dengan menonton televisi, mendengarkan musik, atau bercanda ringan.
  • Jika sedang mual, bersikaplah rileks dan bernafas dalam-dalam.
  • Mintalah obat antimual kepada dokter. Minumlah obat itu begitu Anda mulai merasa mual, supaya tidak sampai muntah.
Jika Anda Muntah:
  • Jika Anda hanya bisa berbaring, berbaringlah miring sehingga tidak tersedak, yang Anda muntahkan tidak tertelan atau masuk ke saluran pernafasan.
  • Jika terlalu sering muntah, kalau ada mintalah obat dalam bentuk suppository (dimasukkan lewat dubur).
  • Minumlah cairan yang didinginkan/dibekukan seperti es lilin, hisap sedikit demi sedikit.
  • Setelah muntahnya reda, minumlah cairan dingin satu sendok setiap sepuluh menit. Jika memungkinkan, secara bertahap tambah porsinya.
Saran Untuk Pendamping:
  • Sediakan makanan yang diminta/disukai penderita.
  • Tutup atau jauhkan makanan yang beraroma tajam dari ruang tempat penderita.
  • Sendok/garpu logam kadang menimbulkan sedikit rasa pahit. Gantilah dengan sendok/garpu plastik.
  • Kenali tanda-tanda dehidrasi: berat badan turun lebih dari setengah kilogram sehari, kulit kendor, kering, dan diraba terasa lumer, demam, jarang kencing dan kencingnya berwarna agak gelap, mata cekung.
  • Upayakan agar penderita tidak mengalami dehidrasi atau konstipasi dengan memberikan lebih banyak cairan, karena dehidrasi dan konstipasi dapat memperparah mual.
  • Mintalah obat antimuntah kepada dokter, dan tanyakan bagaimana cara memberikannya supaya tidak termuntahkan lagi.
Hubungi dokter jika penderita:
  • Muntah lebih dari tiga kali dalam satu jam selama, tiga jam atau lebih.
  • Muntah darah atau cairan berwarna gelap.
  • Menghirup sebagian isi muntahannya ke saluran pernafasan.
  • Tidak dapat minum lebih dari empat cangkir sehari atau tidak dapat makan selama dua hari.
  • Tidak dapat minum obat.
  • Lemah atau bingung.
  • Mengalami dehidrasi. (Titah Rahayu/rumahkanker.com)

 

 
Tahukah Anda?

MENGAPA ORANG INDONESIA SAKIT KANKER?

"Indonesia sangat kaya tanaman berkhasiat antikanker, jauh lebih kaya daripada Cina, dan lebih bagus mutunya. Tetapi mengapa angka kejadian kanker di Indonesia lebih tinggi daripada Cina? Karena orang Indonesia suka sekali makan gorengan..."

(Prof. Dr. Li Peiwen, ahli kanker & obat tradisional senior Cina.)