- 0
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
Drg. Evy Indriati, SpBM
Non-Hodgkin's Lymphomaby: Evy Indriani Vyati 1.1 PENDAHULUAN Non-Hodgkin’s Lymphoma (NHL) adalah suatu keganasan primer jaringan limfoid yang bersifat padat. Sel ganas pada NHL adalah sel limfosit yang berada pada salah satu tingkat diferensiasinya dan berproliferasi secara banyak. Dapat terjadi pada limfosit T maupun limfosit B. Terdapat ... Selengkapnya |
Prof. Sunaryadi
Penanganan Kanker Stadium LanjutStrategi “perang” melawan kanker yang terbaik ialah dengan pencegahan seperti juga pada penyakit-penyakit lain. Tetapi apabila hal ini telah dikerjakan, namun masih juga terserang penyakit kanker, maka seyogyanya penyakit itu secepatnya diketahui dengan melaksanakan upaya-upaya deteksi dini. Karena bila penyakit itu diketemukan dalam stadium dini, ... Selengkapnya |
dr. Andry Hartono SpGK
Terapi Nutrisi Dan Herbal Untuk KankerSampai detik ini penyakit kanker menjadi ancaman, sementara obat spesifik untuk menghentikan perkembangan sel kanker belum juga ditemukan. Toh upaya pencegahan terus diusahakan dengan terapi radiasi dan sitostatika. Namun sebagian penderita lebih memilih terapi alternatif. Guna menakar besarnya manfaat dan risiko terapi alternatif, sangat ... Selengkapnya |
dr. Wiwiek SpPD
Penanganan Keluhan Selain NyeriSimptom (keluhan) yang timbul pada penderita kanker dapat disebabkan oleh penyakit dasarnya, baik secara langsung (misalnya : obstruksi intestinal akibat kanker usus), tak langsung (misal : ulkus dekubitus akibat imobilitas); akibat terapi (misal : “adverse effects” dari obat-obat anti kanker); atau gangguan yang menyertai ... Selengkapnya |
dr. Eka Kusmawan, SpB
Tahap-tahap Penanganan KankerTidak gampang dokter bedah menyatakan seorang pasien menderita kanker. Dan tidak mudah juga prosedur yang harus dilewati sebelum kesimpulan ini berani diungkapkan. Jangan ditanya bagaimana berat pukulan yang diderita seseorang dengan menyandang predikat ‘penderita kanker’. Akan dapat membuat terkuras deras kekuatan fisik, mental, kehidupan sosial, ... Selengkapnya |
Ajukan Pertanyaan Kepada Dokter Bedah AndaDiakui memang ada dokter yang berkarakter agak pelit untuk bercerita banyak ke pasiennya. Ada juga yang justru banyak bicara tapi mempunyai banyak pasien sehingga memberi jatah waktu yang sedikit untuk anda dapat berkonsultasi atau memang kesempatan untuk bertanyajawab itu tidak ada atau jangan-jangan anda sendiri ... Selengkapnya |
Eko Dwi Martini, DCN
Nutrisi Penghambat Kanker Usus Besar![]() I. PENDAHULUANPenyakit kanker merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Penyakit ini berkembang semakin cepat dan diperkirakan dari setiap 1.000.000 penduduk terdapat 100 penderita kanker baru.Penyakit kanker merupakan penyakit keganasan yang timbul ketika sel tubuh mengadakan mutasi menjadi sel kanker yang kemudian tumbuh cepat dan ... Selengkapnya |
| Penanganan Kanker Stadium Lanjut |
|
|
Strategi “perang” melawan kanker yang terbaik ialah dengan pencegahan seperti juga pada penyakit-penyakit lain. Tetapi apabila hal ini telah dikerjakan, namun masih juga terserang penyakit kanker, maka seyogyanya penyakit itu secepatnya diketahui dengan melaksanakan upaya-upaya deteksi dini. Karena bila penyakit itu diketemukan dalam stadium dini, maka pengobatan akan memberikan hasil yang lebih baik. Dengan kata lain, prosentase kesembuhan akan lebih tinggi. Pengobatan penyakit kanker dapat dengan pembedahan , dengan memberikan obat-obat antikanker (yang disebut kemoterapi), ataupun dengan penyinaran yang disebut radioterapi . Sering juga diberikan kombinasi dari ketiga cara pengobatan itu. Seringkah Diketemukan Penderita Penyakit Kanker Stadium Lanjut?Ironisnya, sebagaimana telah dilaporkan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia, lebih dari 50% penderita kanker datang pertama kali untuk berobat sudah dalam stadium lanjut. Sedangkan angka kejadian atau insidens penyakit kanker di Indonesia adalah 0,1% dari jumlah penduduk.
Akibat itu semua, maka penderita baru datang untuk berobat setelah dirasakan penderitaannya mengganggu atau menakutkan, misalnya nyeri, pendarahan, sesak nafas, dan sebagainya. Penderitaan Penderita Kanker Stadium LanjutMakin lanjut stadiumnya akan memberikan penderitaan yang makin berat. Kadang-kadang penderitaan itu tidak tertahankan oleh penderita. Karena beratnya penderitaan yang dideritanya, ia nekad mencoba bunuh diri. Penderitaan itu tidak saja dirasakan oleh penderita sendiri, tetapi juga oleh keluarganya.
Karena hal-hal tersebut, maka penderita akan tambah menderita dan akhirnya meninggal dalam penderitaan yang berat. Apakah Strategi Kita Bila Kanker Sudah Dalam Stadium Lanjut?Kalau saja anggota keluarga kita ada yang menderita demikian, atau kalau Anda pernah melihat betapa berat penderitaannya, kalau saja Anda pernah mendengar rintihannya atau bahkan jeritannya, saya percaya Anda tidak akan sampai hati membiarkannya. Apakah Perawatan Paliatif Itu?Kalau perawatan paliatif belum Anda kenal, bahkan Anda belum pernah mendengarnya, itu dapat dimengerti. Karena memang perawatan paliatif merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang relatif baru di Indonesia. Kebijakan perawatan paliatif ini baru dicanangkan pemerintah, dalam hal ini Departemen Kesehatan Republik Indonesia, dengan diterbitkannya SK Menkes RI nomor 604/MENKES/SK/IX/1989. Sedangkan pelayanan perawatan paliatif untuk masyarakat baru dimulai pada tanggal 19 Februari 1992. Paliative Care is an integrated system of care that: improves the quality of life, by providing pain and symptom relief, spiritual and psychosocial support from diagnosis to the end of life and bereavement.Terjemahan bebasnya kira-kira sebagai berikut: Perawatan paliatif adalah sistem perawatan terpadu yang meningkatkan kualitas hidup, dengan meringankan nyeri dan penderitaan lain, memberikan dukungan spiritual dan psikososial mulai saat diagnosa ditegakkan sampai akhir hidup, dan dukungan terhadap keluarga yang merasa kehilangan.Sedangkan di dalam buku Pedoman Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna yang diterbitkan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia (1997) didapatkan falsafah yang mendasari pelaksanaan perawatan paliatif, sebagai berikut: Menjadi hak semua pasien untuk mendapatkan perawatan yang terbaik sampai akhir hayatnya. Penderita kanker yang dalam stadium lanjut atau tidak berangsur-angsur sembuh perlu mendapat pelayanan kesehatan sehingga penderitaannya dapat dikurangi. Pelayanan yang diberikan harus dapat meningkatkan kualitas hidup yang optimal, sehingga pasien dapat meninggal dengan tenang dalam iman. Dalam definisi dan falsafah yang mendasari perawatan paliatif, disebut-sebut selain masalah fisik –misalnya nyeri– juga masalah psikologis, sosial, dan spiritual. Hal ini didasarkan kepada: manusia sebenarnya tidak hanya terdiri dari unsur fisik saja, tetapi juga psikologis, sosial, kultural, dan spiritual. Berbagai unsur ini saling berhubungan dan saling memperngaruhi. Karenanya bila salah satu unsur ini mengalami gangguan, maka unsur lainnya akan ikut terganggu. Sebenarnya hal ini telah lama sebelumnya diajarkan kepada kita. Konsep Penderitaan TotalSebagaimana telah dikatakan di atas, bahwa manusia tidak hanya terdiri dari unsur fisik saja yang dapat kita lihat, tetapi masih banyak lagi unsur-unsur yang membentuk manusia seutuhnya. Karena tidak nampak jelas seperti unsur fisik, unsur-unsur itu sering tidak diperhatikan bahkan diabaikan. Kasih Dalam Perawatan PaliatifKasih, mau tidak mau harus kita akui sebagai suatu aspek penting dalam perawatan paliatif, bahkan lebih penting dari penanganan nyeri yang merupakan salah satu hal yang mutlak harus dilaksanakan. Perwujudan kasih akan nampak dalam perawatan paliatif pada hal-hal seperti: kasih dalam merespon kebutuhan-kebutuhan seseorang. Kasih akan nampak pula dalam pelaksanaan pendampingan dan momen-momen lain keberadaan kita bersama penderita yang dilakukan dengan penuh perhatian. Ini semua tak lain merupakan bentuk pernyataan kasih sayang yang merupakan inti dari altruistic love, kasih sayang yang mengutamakan kepentingan orang lain (altrui = orang lain). Namun demikian, kasih sayang yang demikian itu tidak perlu meniadakan kepedulian terhadap diri sendiri. Habis manis sepah dibuangSebenarnya dengan berkembangnya pelayanan kesehatan ke arah yang makin baik, maka kita sekarang telah melakukan intervensi medis terhadap manusia pada awal kehidupannya, yakni semasa manusia itu masih di dalam kandungan ibunya, dengan pelayanan ante natal yang bertujuan (Acuan Pelayanan Maternal dan Neonatal, 2002):
Kemudian bayi itu tumbuh sebagai anak yang sehat, dan selanjutnya menjadi orang dewasa yang sehat. Manusia ini dapat dipastikan pernah berbuat kebaikan atau jasa, paling sedikit untuk keluarganya, atau bahkan untuk masyarakat, bangsa, dan negaranya. Mengapa saat manusia ini menjadi tidak berdaya karena penyakitnya, tidak menjadi perhatian kita? Sangatlah tidak adil, apabila kita tidak menyiapkan manusia ini untuk memulai kehidupannya di akhirat, seperti yang kita lakukan pada waktu manusia ini akan mulai dengan kehidupan di dunia. Janganlah habis manis sepah dibuang! Marilah kita persiapkan dan kita hantarkan mereka yang sudah tidak berdaya itu untuk memasuki pintu kehidupan akhirat dengan baik, dengan melakukan perawatan paliatif. (Sunaryadi Tejawinata/rumahkanker.com) * Makalah disampaikan pada Simposium Awam dan Citra Pesona Paliatif, Hyatt Regency Hotel Surabaya, 17 Februari 2007, oleh Prof. R. Sunaryadi Tejawinata, dr., SpTHT(K), FAAO, PGD, Pall Med (ECU), diupload dengan seijin penulisnya. |
