"Untuk menjadi optimis memang bukan jalan yang mudah, mengingat kondisi tiap orang berbeda. Tapi yang penting optimisme harus tetap ada, walaupun jurang itu di depan kita, tinggal kita mau atau tidak untuk menyeberanginya."
(Jeremy, 28 th, penderita kanker otak)

Pengobatan yang pertama anda pilih jika diketahui terkena kanker adalah:
 

Mohon Perhatian

Untuk kepentingan sosial, seluruh artikel di Rumah Kanker boleh dikutip dan dipublikasi ulang dengan menyebutkan sumbernya. Sebuah email pemberitahuan dapat mewakili penghargaan anda kepada kami. Tetapi penggunaan untuk kepentingan komersial harus mendapatkan ijin terlebih dahulu. Anda bisa menggunakan form kontak untuk menghubungi kami.
 

Manfaatkan informasi dalam Rumah Kanker secara bijaksana. Gunakan artikel sebagai pelengkap, bukan pengganti konsultasi, keterangan, dan nasehat dokter. Anda tetap harus bertatap muka langsung dengan dokter. Konsultasi online tidak memadai untuk diagnosa penyakit dan menentukan pengobatan yang tepat.

Silakan Masuk



Kami menjaga privasi Anda.

Bezuk

Ada 33 Tamu dan 1 Anggota berkunjung
  • murphy10
Anda pengunjung ke : 1382463
  • 0
  • 1
  • 2
prev
next

Sarang Semut, Herbal Kanker Dari Hutan Papua

News image

Pertama kali mendengar “sarang semut” dapat digunakan menjadi obat kanker, apa yang anda bayangkan? Gundukan tanah tempat semut merah dan semut hitam bersarang? Atau tumpukan dedaunan kering yang lembab tempat bersarangnya semut rangrang? “Sarang semut” ternyata adalah nama tumbuhan, yang sesuai namanya benar-benar digunakan sebagai sarang ...

Selengkapnya

Sembuh Dari Kanker Cara Liong Pit Lin

News image

Menurut saya mencari kesembuhan kanker dengan belajar dari kisah kesembuhan orang lain, apalagi langsung dari orangnya, merupakan cara terbaik. Kamis 24 Februari 2011 saya dan istri menghadiri seminar Ibu Liong Pit Lin yang diberi judul Kanker, Masihkah Ada Harapan. Menurut saya esensi seminar tersebut perlu ...

Selengkapnya

Miracle of Cell Healing

News image

Dua minggu ini saya membaca tiga judul buku yang ternyata saling berkaitan satu sama lain. Berawal dari buku Bebas Dari Kanker Dengan Terapi Alternatif (Lianny Hendranata) hadiah dari seorang teman, disusul Law of Attraction, Mengungkap Rahasia Kehidupan (Michael J. Losier), dan Miracle of Cell Healing ...

Selengkapnya

Tahitian Noni Juice

TAHITIAN NONI Juice® mengandung 89% sari buah mengkudu/noni murni (Morinda citrifolia), ditambah 11% anggur dan blueberry. Diproses menggunakan teknologi canggih tanpa bahan pengawet dan zat kimia tambahan. Mengandung lebih dari 430 senyawa yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, yang sebagian besar di antaranya adalah mikronutrien esensial ...

Selengkapnya

Nutrisi Penghambat Kanker Usus Besar

News image

I. PENDAHULUANPenyakit kanker merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Penyakit ini berkembang semakin cepat dan diperkirakan dari setiap 1.000.000 penduduk terdapat 100 penderita kanker baru.Penyakit kanker merupakan penyakit keganasan yang timbul ketika sel tubuh mengadakan mutasi menjadi sel kanker yang kemudian tumbuh cepat dan ...

Selengkapnya

Rahasia Kesembuhan Saya: Bit, Mengkudu, dan Air Putih

News image

Saya berdomisili di kota besar di Provinsi Riau, dan bekerja yang sifatnya tidak di dalam ruangan (kantor), tetapi di lapangan (proyek), sehingga kecendrungan untuk merokok lebih leluasa dan bebas, tidak seperti di dalam ruangan kantor. Jujur saya bisa habiskan rokok sampai tiga bungkus sehari, dan ...

Selengkapnya
Merawat Luka Bookmark and Share

Tidak sedikit penderita kanker yang menderita luka-luka karena berbagai sebab: bekas operasi, efek radiasi , terlalu lama berbaring, terjatuh, atau pertumbuhan sel-sel kanker sampai ke luar kulit. Sebagian di antaranya merupakan luka kronis yang tidak sembuh dalam waktu 14 hari. Supaya tidak menimbulkan infeksi dan menjadi semakin parah, luka memerlukan perawatan khusus.

Luka Baru

Luka baru, terutama yang kotor, sebaiknya dibersihkan dengan air dan sabun. Kemudian segera dikeringkan dengan kain bersih, bukan tisu, sebab serpihan tisu yang menempel di atas luka dapat menjadi tempat kuman berkembang biak, sehingga menghalangi tumbuhnya jaringan granulasi dan jaringan epitel yang akan menutup luka.

Bila lukanya dangkal dan terdapat di bagian tidak bergerak, ada baiknya dibiarkan terbuka. Cara ini membuat proses penyembuhan berjalan lebih cepat. Antiseptik atau salep antibiotik tidak diperlukan, bila lukanya bersih.

Bila lukanya dalam atau kotor sebaiknya ditutup dengan kasa steril; jangan menggunakan kapas atau tisu dengan alasan sama seperti di atas. Bila ada perdarahan segera hentikan dengan menekan tempat keluarnya darah menggunakan kain kasa steril yang dingin (atau sambil dikompres dengan es), dan baru dilepas bila perdarahan sudah berhenti.

Menggunakan antiseptik untuk luka segar dapat dibenarkan untuk membunuh kuman. Kadang dipakai salep antibiotik, tetapi sebaiknya tidak dilakukan pada tiap luka, untuk mencegah kuman menjadi kebal.

Jika luka yang terjadi cukup besar, mengalami perdarahan cukup banyak, mengalami perdarahan di dalam, atau menampakkan tanda-tanda infeksi (merah, bengkak, bernanah), sebaiknya segera dibawa ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Luka Operasi

Untuk mempercepat penyembuhan, luka bekas operasi sebaiknya dijaga agar tidak terkena air. Untuk itu penderita disarankan tidak mandi, cukup menyeka tubuhnya. Perawatan luka dilakukan oleh dokter/paramedis di rumah sakit. Biasanya perban baru dibuka setelah beberapa hari, saat dokter mengangkat benang jahitan. Tetapi jika perban basah, berdarah, atau kulit di sekitar luka memerah dan nyeri, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Luka Kronis

Normalnya, sebuah luka (termasuk luka operasi) akan sembuh dalam waktu maksimal 14 hari. Tetapi luka akibat pertumbuhan sel kanker, luka bakar, luka akibat diabetes, atau luka akibat terlalu lama berbaring, sulit diharapkan sembuh dalam jangka waktu tersebut.

Luka kanker disebabkan oleh pertumbuhan sel kanker sampai menembus lapisan dermis dan/atau epidermis kulit, sehingga menonjol keluar atau bentuknya menjadi tidak beraturan. Sel kanker yang menonjol keluar kulit umumnya berupa benjolan yang keras, sukar digerakkan, berbentuk seperti jamur atau bunga kol, mudah terinfeksi, jika tersentuh mudah berdarah. Tidak jarang benjolan ini kemudian pecah menjadi luka terbuka, mengeluarkan lendir/cairan, dan berbau tidak sedap.

Prinsip-prinsip Perawatan Luka

Ada dua prinsip utama dalam perawatan luka kronis semacam ini. Prinsip pertama menyangkut pembersihan/pencucian luka. Luka kering (tidak mengeluarkan cairan) dibersihkan dengan teknik swabbing, yaitu ditekan dan digosok pelan-pelan menggunakan kasa steril atau kain bersih yang dibasahi dengan air steril atau NaCl 0,9 %.

Sedang luka basah dan mudah berdarah dibersihkan dengan teknik irrigasi, yaitu disemprot lembut dengan air steril (kalau tidak ada bisa diganti air matang) atau NaCl 0,9 %. Jika memungkinkan bisa direndam selama 10 menit dalam larutan kalium permanganat (PK) 1:10.000 (1 gram bubuk PK dilarutkan dalam 10 liter air), atau dikompres larutan kalium permanganat 1:10.000 atau rivanol 1:1000 menggunakan kain kasa.

Cairan antiseptik sebaiknya tidak digunakan, kecuali jika terdapat infeksi, karena dapat merusak fibriblast yang sangat penting dalam proses penyembuhan luka, menimbulkan alergi, bahkan menimbulkan luka di kulit sekitarnya. Jika dibutuhkan antiseptik, yang cukup aman adalah feracrylum 1% karena tidak menimbulkan bekas warna, bau, dan tidak menimbulkan reaksi alergi.

Norit juga sering dianjurkan untuk ditaburkan di luka kronis basah, mengandung nanah, dan sulit sembuh. Untuk ini sebaiknya dipakai bubuk norit halus bersih dari botol, bukan dari gerusan tablet. Dokter akan memberi petunjuk lebih jauh tentang hal ini, atau memberi resep tersendiri sesuai kondisi luka.

Prinsip kedua menyangkut pemilihan balutan. Pembalut luka merupakan sarana vital untuk mengatur kelembaban kulit, menyerap cairan yang berlebih, mencegah infeksi, dan membuang jaringan mati.

Memilih Pembalut

Saat ini ada berbagai macam pembalut luka modern yang bisa dipakai sesuai kondisi/kebutuhan luka masing-masing. Di antaranya, pembalut yang mengandung calsium alginate, hydroactive gel, hydrocoloid, nystatin, dan metronidazole. Dengan pembalut semacam ini, luka tidak perlu dibuka dan dibersihkan setiap hari, cukup beberapa hari sekali.

Calsium alginate yang berbahan rumput laut, berubah menjadi gel jika bercampur dengan cairan luka. Karenanya dapat menyerap cukup banyak cairan luka, merangsang proses pembekuan darah, dan mencegah kontaminasi bakteri pseudomonas.

Hydroactive gel dapat membantu proses pelepasan jaringan mati (nekrotik). Sedang hydrocoloid yang berbentuk lembaran tebal/tipis atau pasta dapat mempertahankan kelembaban luka, menyerap cairan, menghindari infeksi. Cocok untuk luka yang merah, bengkak, atau mengalami infeksi.

Nystatin yang dikombinasikan dengan metronidazole dan tepung maizena digunakan untuk mengurangi iritasi/lecet, menyerap cairan yang tidak terlalu berlebihan, dan mengurangi bau tidak sedap. Tidak beda dengan campuran calsium alginate dan karbon yang juga berfungsi menyerap cairan dan mengontrol bau tidak sedap.

Ada juga pembalut yang mengandung aquacel, yang terbuat dari selulosa berdaya serap sangat tinggi; atau pembalut mengandung campuran zinc dan metronidazole yang dapat membantu pelepasan jaringan mati, menjaga kelembaban, mengurangi bau, dan mudah dibuka. Tetapi pembalut jenis ini tidak boleh digunakan pada saat radiasi.

Tanpa pembalut-pembalut modern itu, kasa steril dan obat luka yang diberikan dokter sudah cukup. Yang penting bersihkan luka, keringkan (termasuk kalau berdarah, bersihkan dulu darahnya), obati, kemudian tutup dengan kasa steril dan perekat.

Tetapi ada juga luka kanker yang tidak perlu ditutup pembalut. Misalnya luka di dalam mulut dan tenggorokan akibat kanker nasofaring, atau akibat kemoterapi dan radiasi di area kepala-leher-dada. Untuk mencegah infeksi Anda bisa menggunakan obat kumur yang mengandung mycostatin dan garam, atau membuat sendiri obat kumur dari campuran ½ sendok teh baking soda dan ½ sendok teh garam dilarutkan dalam segelas besar air hangat.

Prinsip perawatan luka yang lain adalah tidak boleh membuat sebuah luka menjadi luka baru (berdarah) lagi, karena itu berarti harus memulai perawatan dari awal lagi. Juga, harus bisa mengontrol bau tidak sedap, mengatasi cairan yang berlebih, mengontrol perdarahan, mencegah infeksi, mengurangi nyeri , dan merawat kulit di sekitar luka.

Yang penting diperhatikan dalam merawat luka adalah selalu menjaga kebersihan. Selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah merawat luka, selalu menjaga kebersihan luka, menjaga agar pembalut/penutup luka selalu bersih dan kering. Hindari tindakan menggaruk luka atau kulit di sekitar luka.

Segeralah berkonsultasi ke dokter jika ada tanda-tanda infeksi, yaitu kulit di sekitar luka berwarna merah, bengkak, suhu tubuh meningkat, nyeri, mengeluarkan bau tidak sedap (yang berbeda dari biasanya), mengeluarkan cairan berwarna kekuningan atau kehijauan, atau mengalami perdarahan yang sulit dihentikan.

Lepas dari itu semua, mengkonsumsi makanan bergizi tinggi dan seimbang akan mempercepat penyembuhan luka. (Titah Rahayu/rumahkanker.com )

 

 
Tahukah Anda?

MENGAPA ORANG INDONESIA SAKIT KANKER?

"Indonesia sangat kaya tanaman berkhasiat antikanker, jauh lebih kaya daripada Cina, dan lebih bagus mutunya. Tetapi mengapa angka kejadian kanker di Indonesia lebih tinggi daripada Cina? Karena orang Indonesia suka sekali makan gorengan..."

(Prof. Dr. Li Peiwen, ahli kanker & obat tradisional senior Cina.)